About Dany

Dany Saifuddin adalah saya. asli dari Mojomalang, Parengan, Tuban, Jawa Timur, Indonesia.

His-Story

Saya lahir tahun 1993 di Tuban, Jawa Timur. Meskipun toak sebagai minuman khasnya tetapi tak pernah setetespun saya coba (mending minum legen, ataupun angsle).

Sejak TK sampai SD saya bersekolah di Mojomalang, tempat kelahiran Ibu saya. Mulai dari TK Dharmawanita IV Mojomalang sampai SDN Mojomalang I.

Merantau

Setalah lulus SD pada tahun 2006, Ayah saya memutuskan untuk menyekolahkan saya di sekolah swasta yaitu SMP Plus Arrahmat. Sudah bergerak dari Tuban ke Bojonegoro. Walaupun beda kabupaten tetapi notabene masih terhitung dekat jaraknya dari rumah sekitar 10 km, daripada ke Kota Tuban yang hampir 40 km. Maklum rumah saya di Tuban pinggiran.

Kenapa SMP Plus Arahmat? Tujuan Ayah saya ialah satu, ingin saya belajar ilmu agama, tidak hanya ilmu umum. Sekolah yang berbasis pondok modern, dimana siswa diajarkan ilmu kepondokan dan ilmu umum. Selain ilmu agama disanalah pertama kali saya belajar jauh dari orang tua. Siswa harus tinggal di pondok dan diperbolehkan pulang satu bulan sekali.

Tahun 2009 saya menyelesaikan jenjang SMP. Pada waktu itu ingin melanjutkan ke jenjang SMA yang berbasis pondok pesantren. Namun gagal masuk. Akhirnya melanjutkan sekolah di SMAN 1 Bojonegoro. Sekolah yang mengajarkan saya berorganisai, belajar menjadi Ketua OSIS.

Antar Provinsi

Jenjang SMA saya selesaikan secara normal 3 tahun, lulus pada tahun 2012. Pada tahun itu munculah kegalauan untuk memilih jurusan kuliah. Karena kesukaan saya pada dunia IT, maka saya putuskan untuk mengambil Teknik Informatika ITS sebagai pilihan pertamaku.

Tidak selamanya harapan akan sama dengan kenyataan. “Anda Tidak Lulus”. Begitulah hasil pengumuman SNMPTN untuk saya. Air matapun bercucuran namun waktu terus berjalan, kesedihan bukan selamanya, masa depan masih ada.

Walaupun gagal di Teknik Informatika, saya berhasil di ITS. Bersyukur saya diterima di D3 Teknik Elektro ITS Kerjasama dengan PLN. Perusahaan BUMN yang bergerak dibidang kelistrikan. Dimana setelah dapat menyelesaikan kuliah 6 semester dapat langsung bekerja di PLN dengan syarat dan ketentuan yang berlaku tentunya.

Tahun 2015, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar A.Md..Walaupun tergolong kurang memuaskan karena lulus dengan IPK 2.89. Terendah dari 34 siswa. Harus tetap bersyukur karena masih mendapatkan pekerjaan langsung setelah lulus kuliah.

Arah-Arah Timur

Bekerja. Dititik inilah saya benar-benar merasakan yang namanya Merantau. Ada banyak tahapan untuk dapat dinyatakan sebagai pegawai PLN. Mulai dari Tes Akademik, Psikotes, Tes Kesahatan (Fisik), Tes Kesehatan (Laboratorium), Tes Wawancara, Semapta, Pembidangan, OJT, Uji Project, dan Uji STO, Penempatan.

Terus bagaimana cerita dari semua proses tersebut? Mari kita merantau. Semapta di PUSDIKPOM Cimahi. Pembidangan di PLN UPDL Makassar. OJT di PLN ULP Palopo Kota di Palopo. Ujian Project dan STO tetap di tempat Pembidangan. Ngomong-ngomong karena saya dapat tempat Pembidangan di Makassar, maka untuk pertama kalinya saya dapat kesempatan naik pesawat.

Penempatan? Di kampung halaman saya merasakan zona waktu WIB. Di Makassar dapat merasakan zona waktu WITA. Akhirnya lengkaplah semua zona ketika saya dapat penempatan Papua. Iya, Papua. Saya merasakan zona waktu WIT.

Tanggal 21 Mei 2016 pertama kali saya menginjakkan kaki di Jayapura, Papua. Setelah melapor di kantor Unit Induk Wilayah. Sebanyak 27 teman seperjuangan disebar lagi ke berbagai Unit Pelaksana di Papua dan papua Barat.

Pun dengan saya. Akhirnya Manokwari menjadi tempat labuhan terakhir sementara saya sampai sekarang. Tenang, saya masih pulang kampung, walaupun setahun sekali.

Jadi ingin kontak saya? silahkan saja, dengan senang hati bisa curhat ataupun bisnis. Selamat datang, salam kenal.

Facebook | Instagram | Youtube